Thursday, October 1, 2009

NEGOSIATOR ULUNG Terbaik Dunia SJAHRIR: Berperan Dalam Perjanjian Liggarjati Penyelamat Proklamasi KEMERDEKAAN Indonesia!

Foto Negosiator Ulung Terbaik Dunia Gambar Sjahrir Berperan Dalam Perjanjian Liggarjati Penyelamat Proklamasi
Negosiator ulung terbaik dunia pantas disematkan kepada Sjahrir yang berperan dalam Perjanjian Liggarjati sekaligus menjadi penyelamat proklamasi kemerdekaan Indonesia 1945.

Sejarah memang berada di belakang dan merupakan masa lalu, namun hendaknya generasi penerus saat ini tetap menghormati dan menghargai usaha para pahlawan nasional yang sangat berperan dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Mudah-mudahan peran Sjahrir sebagai ahli negosiasi hebat terbaik dunia dalam proses perjanjian Linggarjati ini tetap dikenang dan dimuliakan dalam posisinya sebagai pahlawan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Mengenang Linggarjati, Memuliakan Sjahrir Sang Negosiator

Dalam situasi sangat genting, peran Sjahrir yang berhasil membukukan pengakuan de facto kedaulatan , menjadi pijakan penyelamat proklamasi. Sudah selayaknya Sjahrir dimuliakan.

Hal itu mengemuka dalam seminar dan pameran mengenai Konferensi Linggarjati bertema A Bridge to the Future of Bilateral Relations between Indonesia and the Netherlands di Koninklijke Bibliotheek (Perpustakaan Nasional), Den Haag, 28/9/2009.

Peran Sjahrir dalam perundingan Linggarjati dinilai sangat besar pengaruhnya dalam proses kemerdekaan dan sekaligus menjadi peletak jembatan hubungan yang sejajar dan bermartabat antara Indonesia moderen dengan Belanda.

"Sjahrir termasuk salah satu founding fathers terpenting Republik Indonesia," ujar sejarawan Belanda Frederik Erens, MA, salah satu pembicara seminar, yang diselenggarakan oleh KBRI Den Haag bekerjasama dengan Departemen Luar Negeri RI c.q. Ditjen IDP, Arsip Nasional RI (ANRI), serta sejumlah instansi dan LSM Belanda.

Dalam usia republik yang baru beberapa bulan dengan segala keterbatasannya, Sjahrir berhasil membukukan capaian penting untuk menyambung nafas republik, yakni status internasional dan pengakuan kedaulatan secara de facto.

"Sjahrir melihat kesepakatan Linggarjati sebagai langkah awal yang sangat diperlukan, demi memenangi kedaulatan penuh," terang Erens.

Menurut Erens, dengan langkah awal itu Indonesia bisa mulai membangun demokrasi. Bagi Sjahrir demokratisasi adalah tujuan sangat penting sebagaimana kebijakan kesejahteraan, di mana rakyat Indonesia akan menikmatinya.

"Generasi muda Belanda dan Indonesia mungkin dapat belajar dari Sjahrir dan semangat Linggarjati, yakni bahwa saling percaya dan respek serta pengertian tulus atas kesulitan satu sama lain dapat menjembatani tiap-tiap perbedaan," demikian Erens.

Kekuatan Diplomasi

Betapa penting capaian perundingan Linggarjati bagi eksistensi republik juga disampaikan Dr. dr. Rushdy Hoesein, M.Hum, seorang dokter sekaligus peminat hukum dan sejarah, yang meraih doktor sejarah di Universitas Indonesia (UI).

Menurut Hoesein, pemerintah Republik Indonesia menyadari bahwa kekuatan angkatan bersenjatanya belum mampu mengimbangi kekuatan militer Belanda. Berperang terbuka melawan Belanda berarti kerugian besar di pihak Indonesia.

"Kekuatan tidak berimbang itu mungkin telah mendorong Soekarno-Hatta untuk mengambil keputusan signifikan menerima draf perjanjian," terang Hoesein.

Ditambahkan Hoesein bahwa sejarah telah membuktikan perjuangan diplomasi Indonesia adalah ujung tombak untuk memantapkan dekolonisasi dan mempertahankan proklamasi kemerdekaan 17/8/1945.

"Pengakuan kedaulatan oleh Belanda pada 27/12/1949 hanyalah realitas politik bahwa proklamasi kemerdekaan telah diakui oleh dunia internasional," demikian Hoesein.

Ramai

Sementara itu material pameran Konferensi Linggarjati yang digelar selama 3 pekan (8-29/9/2009) mendapat perhatian luas masyarakat.

Di antara material yang dipamerkan adalah dokumen asli dan foto-foto bersumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jakarta, Nationaal Archiefs Nederland Den Haag, serta dari Stichting Indisch Erfgoed (Yayasan Warisan Hindia Belanda) dan Stichting Vrienden van Linggarjati (Yayasan Sahabat Linggarjati).

Kini Indonesia-Belanda mencatat bahwa perundingan Linggarjati adalah kontak diplomasi pertama antara dua negara sederajat dan berdaulat, serta jembatan pertama menuju hubungan bilateral kedua negara. (detiknews)

No comments:

Post a Comment