Hal itu diungkapkan peneliti Universitas Oxford Inggris, Stephen Oppenheimer. Menurut penulis buku Eden in The East ini, masyarakat Sundaland mengubah kehidupan berburu dan meramu, menjadi kehidupan agrikultur.
"Padi liar didomestikasi menjadi padi yang ditanam di sawah. Banteng liar dijinakkan jadi sapi ternak," kata Oppenheimer kepada detikcom di Hotel Salak Bogor.
Penduduk Sundaland juga membuat perahu. Mereka sudah bisa berdagang antar pulau.
"Inovasi itu dimulai dari Indonesia," imbuh dia.
Namun kemudian air laut naik dan menenggelamkan Sundaland. "Naiknya cepat. Mereka bisa kehilangan 1 km daratan tiap tahun," ujarnya.
Akibatnya penduduk Sundaland Indonesia berimigrasi ke berbagai penjuru dunia. Mereka membawa hasil bumi dan hewan ternak di atas perahu mereka.
"Indonesia membawa teknologi pertanian itu ke tempat lain di dunia," tutupnya. detik.com
Eden In The East, Resensi Buku Eden In The East, Isi Buku Eden In The East, Berapa Harga Buku Buku Eden In The East, Indonesia Benua Yang Hilang, Banjir Nabi Nuh, Fakta Sejarah Peristiwa Banjir Nabi Nuh, Benua Sundaland, Benua Sundaland Tenggelam, Benua Yang Hilang, Dongeng Bawang Putih dan Bawang Merah, Fakta Sejarah, Asia Tenggara, Warisan Budaya, Budaya Pertanian, Indonesia Warisan Budaya Pertanian Dunia
No comments:
Post a Comment