Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Sunday, June 5, 2011

Sejarah Bom Bunuh Diri Sebagai Taktik Teror, Perang dan Politik



Pada akhir abad ke-17 Yu Yonghe pejabat dinasti Qing mencatat bahwa tentara Belanda yang terluka saat berperang melawan pasukan Koxinga untuk menguasai Taiwan tahun 1661 menggunakan mesiu untuk meledakkan diri sendiri daripada harus jadi tawanan.
Selama Revolusi Belgia, Letnan Belanda Jan van Speijk meledakkan kapal sendiri di pelabuhan Antwerp untuk mencegah ditangkap oleh Belgia.

Contoh lain adalah tentara Prusia Karl Klinke pada 18 April 1864 pada Pertempuran Dybbøl, yang meninggal meledakkan terowongan benteng Denmark.

Pada abad ke-18 John Paul Jones menulis tentang pelaut Ottoman yang merancang kapal-kapal mereka sendiri untuk dibakar dan menyeruduk kapal-kapal musuh mereka, meskipun mereka tahu ini berarti kematian bagi mereka.

Bom bunuh diri modern sebagai alat politik dapat ditelusuri kembali saat pembunuhan Tsar Alexander II di Rusia pada 1881. Alexander jadi korban plot kelompok nihilist. Saat berkendara di salah satu jalan pusat Saint Petersburg, dekat Istana Musim Dingin, ia terluka parah oleh ledakan granat rakitan dan meninggal beberapa jam kemudian. Tsar dibunuh oleh anggota Narodnaya Volya, Ignacy Hryniewiecki, yang ikut meninggal saat bom meledak selama serangan.

Rudolf Christoph Freiherr von Gersdorff tercatat pernah bermaksud membunuh Adolf Hitler dengan bom bunuh diri pada 1943, tetapi tidak dapat menyelesaikan serangan.

Selama Battle for Berlin, Luftwaffe (angkatan udara NAZI) menerbangkan satuan Selbstopfereinsatz untuk menghancurkan jembatan-jembatan yang dibuat satuan zeni tempur Soviet  di atas sungai Oder. Misi ini diterbangkan oleh pilot dari Skuadron Leonidas di bawah komando Letnan Kolonel Heiner Lange. Dari 17 April sampai 20 April 1945 menggunakan pesawat yang tersedia, Luftwaffe mengklaim bahwa skuadron itu telah menghancurkan 17 jembatan, namun sejarawan militer Antony Beevor ketika menulis tentang insiden itu berpendapat bahwa angka itu terlalu dibesar-besarkan dan cuma jembatan kereta api di Küstrin yang positif hancur. Dia berkomentar bahwa "tiga puluh lima pilot dan pesawat merupakan harga yang harus dibayar untuk suatu keberhasilan terbatas dan sementara". Misi dibatalkan ketika infanteri Soviet mencapai  pangkalan udara skuadron di Jüterbog.

Pada periode yang sama Jepang yang makin frustrasi, memperkenalkan taktik Kamikaze, tindakan ini menjadi formal dan ritual, seperti pesawat dilengkapi dengan bahan peledak khusus untuk tugas misi bunuh diri.  tindakan ritual pengorbanan diri oleh kekuatan militer, terjadi selama pertempuran dalam skala besar pada akhir Perang Dunia II.  sebagai taktik militer yang bertujuan menimmbulkan kerusakan material pada kapal-kapal Sekutu di Pasifik. Serangan itu menyebabkan kerusakan yang signifikan karena  pesawat terbang mereka sarat bahan peledak. Tapi serangan kamikaze tidak efektif untuk menghancurkan dek penerbangan kapal induk yang berlapis baja.
Angkatan Laut Jepang juga menggunakan  torpedo Kaiten  yang dikemudikan satu atau dua orang pada misi bunuh diri. Meskipun kadang-kadang disebut kapal selam cebol, ini adalah versi modifikasi dari torpedo tak berawak. Meskipun sangat berbahaya, serangan-serangan kapal selam cebol tidak secara teknis merupakan misi bunuh diri, karena setelah membidik targetnya kedua crew melompat ke laut meskipun itu berarti mereka juga tidak akan pulang, karena kedua crew itu akan saling menembakkan pistol pada partnernya.

Setelah Perang Dunia II, Viet Minh "sukarelawan kematian" berperang melawan Pasukan Kolonial Perancis dengan menggunakan peledak seperti tongkat panjang untuk menghancurkan tank Perancis.

Sebagian besar serangan bunuh diri modern dilakukan oleh kelompok Islam radikal, dengan pengecualian beberapa separatis Pembebasan Macan Tamil Eelam di Sri Lanka

Di Israel, Gaza dan Tepi Barat, pemboman bunuh diri adalah strategi anti-Israel pada umumnya yang dilakukan oleh kelompok Islam dan kadang-kadang oleh kelompok-kelompok Palestina sekuler termasuk PFLP.

Ada begitu banyak sukarelawan untuk "Istishhadia" dalam Intifada Kedua di Israel dan wilayah pendudukan, menjadinya taktik yang populer, hingga kelompok Fatah menyatakan bahwa mereka 'dibanjiri' pemohon. serangan bunuh diri juga umum terjadi di Irak dan Afghanistan 
Bom Bunuh diri telah menjadi taktik di Chechnya, pertama digunakan dalam konflik pada tahun 2000 ketika seorang pria dan seorang wanita mengendarai sebuah truk sarat bom ke pangkalan militer Rusia di Alkhan Kala. Sejumlah serangan bunuh diri telah terjadi di Rusia sebagai akibat dari konflik Chechnya, mulai dari krisis penyanderaan teater Moskow tahun 2002 dengan krisis penyanderaan sekolah Beslan tahun 2004 dan pemboman Moskow Metro  2010  juga diyakini hasil dari konflik Chechnya.


Di Asia Tenggara praktek bom bunuh diri cukup dikenal setelah serangan di distrik Kuta, Bali, Indonesia pada tahun 2002. Serangan serupa juga terjadi di beberapa hotel, kedutaan dan beberapa tempat secara sporadis hingga sekarang. Pemboman dilakukan mulai dengan bahan high explosive C-4, TNT, hingga low explosive, dengan menggunakan kendaraan (mobil), backpack, hingga paket seperti buku.

Yang paling spektakuler adalah serangan bunuh diri di Amerika Serikat. 11 September 2001 yang merobohkan menara kembar World Trade Center dan Pentagon.  Serangan serentak yang menewaskan hampir 3000 orang di New York. Pada saat fajar 11 september 2001 sembilan belas pembajak mengambil alih kendali empat pesawat komersial dari rute penerbangan San Fransisco, Los Angeles, Newark dan Washington DC. American Airlines Flight 11 dan United Airlines Flight 175 menghantam WTC, grup lain dari American Airlines Flight 77 menuju pentagon dan United Airlines Flight 93 jatuh di Shanksville. Dari transkrip rekaman audio kokpit dan beberapa penumpang yang berhasil melakukan komunikasi ponsel, menjelaskan detail kejadian dipesawat, bahwa pembajak menggunakan sejenis semprotan kimia mirip gas air mata atau merica, dan menikam pilot serta pramugari. Organisasi teroris Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden dituding bertanggung jawab atas serangan ini

Jumlah serangan menggunakan taktik bunuh diri telah meningkat dari rata-rata kurang dari lima per tahun selama tahun 1980 menjadi 180 per tahun antara tahun 2000 dan 2005, dan dari 81 serangan bunuh diri di 2001 hingga 460 pada tahun 2005. Serangan ini diarahkan pada sasaran militer dan sipil, termasuk di Sri Lanka, di Israel sejak tanggal 6 Juli 1989,  di Irak sejak invasi pimpinan negara itu tahun 2003, dan di Pakistan dan Afghanistan sejak tahun 2005. Doktrin perang menganggap serangan bunuh diri sebagai hasil ketidakseimbangan kekuatan, dimana satu kelompok menteror target sipil atau pemerintah yang menjadi musuhnya dengan menciptakan huru hara dan kepanikan.

Tuesday, May 31, 2011

Hatshepsut, Penguasa Wanita Maskulin Terbesar Sepanjang Masa



Hatshepsut Mesir kuno dianggap sebagai penguasa perempuan terbesar sepanjang masa. Permaisuri kulit hitam ini adalah wanita pertama dalam sejarah yang menantang dan menghancurkan teori supremasi laki-laki. Setelah berjuang menuju kekuasaan, ia memegang takhta kerajaan terkuat di dunia selama 34 tahun. Sejak ayahnya Thutmose menaklukkan sebagian besar dunia, Hatshepsut tidak berhadapan dengan musuh eksternal. Rival terbesarnya adalah pendeta dewa Amen yang bertekad tak mau mengakhiri 3000 tahun tradisi maskulin.

Mummi Hatshepsut
 Ketika para pendeta menuntut dia menyingkir dan membiarkan kakaknya Thutmose II untuk memerintah sebagai Firaun, Hatshepsut mencoba mendiskreditkan saudara tirinya dengan mengumumkan bahwa Thutmose II adalah anak dari Mutnefert, selir, oleh karena itu darah kerajaan hanya ada padanya. Dia tahu bahwa semua masyarakat Afrika, termasuk Mesir, adalah matrilineal, yang berarti warisan itu, termasuk kekuatan takhta, adalah melewati garis perempuan. Hatshepsut dengan mudah bisa melacak keturunan perempuan nenek Ethiopia nya, Nefertari-Aahmes, tapi ia dihadapkan pada kemungkinan perang saudara atau kompromi, dia setuju  menikah dengan Thutmose II. Thutmose II sendiri mengalami obesitas, sakit-sakitan, lemah dan mengizinkan Hatshepsut untuk menjalankan urusan monarki mereka selama 13 tahun menikah (1492-1479 SM). Setelah kematian Thutmose II, Hatshepsut mengejutkan kerajaan dengan berani mengumumkan bahwa ia adalah seorang pria. Dia mengenakan janggut palsu, berpakaian laki-laki, dan mengubah namanya dari Hatshepsitu ke Hatshepsut, versi nama laki-laki. Ini mirip dengan mengubah seseorang perempuan dari Demetria ke versi laki-laki Demetrius. Hatshepsut juga menghancurkan semua oposisi dengan  mengumumkan bahwa ia bukanlah anak perempuan dari Thutmose I, tapi anak kelahiran Dewa Amen dan Ahmose ibunya. Dia menyatakan bahwa Dewa Amen yang agung menampakkan diri pada ibunya "dalam banjir cahaya dan parfum" dan dengan persatuan ini lahir bayi laki-laki. Bagi mereka yang ragu-ragu, dia membuat potret pahatan nya dengan jenggot dan fitur laki-laki. Dia juga menuntut gelarnya akan berubah menjadi "Raja/Firaun dari Utara dan Selatan; Horus Emas; Penakluk Segala daratan; Sang Perkasa"

Kuil Hatshepsut di Deir El-Bahri
 Perubahan ini cukup mengejutkan bagi para pendeta yang telah menyaksikan dia melahirkan dua anak perempuan, Nefrure dan Merytra-Hatshepset, saat menikah dengan Thutmose II. Beberapa pendeta juga bercanda bahwa gelar yang dia tidak bisa tambahkan adalah "Banteng Maat yang Perkasa" yang berarti kesuburan pria.


Hatshepsut mapan sebagai Raja/Firaun selama 21 tahun berikutnya (1479 - 1458 SM), dan popularitasnya meningkat pesat begitu pula kesejahteraan Mesir. Dia seperti administrator cerdas, mengirim duta besar untuk semua daerah taklukkannya, upeti emas begitu banyak hingga tidak perlu lagi ditimbang tetapi diukur dalam keranjang. Dia mempublikasikan dirinya dengan cara yang paling sensasional pada waktu itu, yaitu, lewat bangunan candi, piramid, dan obelisk, dalam ukuran dan keagungan yang belum pernah terlihat sebelumnya dan dianggap oleh khalayak sebagai tolok ukur kekuatan penguasa.


Relief Kuil Hatshepsut
Untuk lebih menunjukkan kemenangan di atas para pendeta Amen, Hatshepsut menugaskan arsiteknya, Senmet, untuk membangun struktur yang akan menaungi kuil kolosal Amen-Ra (Karnak), yang merupakan benteng lawan nya. Di bawah jenius Senmet dia menciptakan kuil megah, disebut Deir el Bahari, mencuat dari tebing batu terjal yang tampak di atas kuil Amen-Ra.


Kuil itu duduk di tebing dengan bagian depan  setinggi 800 kaki dan serangkaian halaman dan tiang-tiang yang dihiasi dengan relief, prasasti, arca yang tak terhitung banyaknya, teras-teras indah, dan taman seperti surga. Deir el Bahari masih dianggap sebagai salah satu spesimen arsitektur yang paling luar biasa di dunia arsitektur dan Senmet yang jenius. berjajar jalan ke kuil itu dengan patung sphinx batupasir dirinya sendiri. Monumen Sphinx sebelumnya hanya diperuntukkan untuk laki-laki sebagai "Horus yang Pengasih".


Sebagai pukulan terakhir untuk para pengkritiknya, Hatshepsut memerintahkan pembangunan dua obelisk granit mawar terbesar yang paling indah  didunia dan disajikan sebagai hadiah kepada kuil Amen-Ra mereka. Hatshepsut cerdik dengan memerintahkan posisi obelisk lebih tinggi dari kuil sehingga atap harus disingkirkan untuk menampung hadiah, disamping fakta bahwa kuil ini adalah salah satu struktur yang paling kolosal yang dibuat oleh manusia. Hatshepsut membuat obelisk bahkan lebih mencolok dan membayangi dari kuil dengan membungkus puncak mereka dengan campuran emas-perak yang mewah. Hal ini membuat obelisk itu begitu cemerlang dibawah sinar matahari, setiap kali pengunjung melihat ke kota, pemandangan paling mempesona tidak lagi pada kuil Amen-Ra tapi obelisk-nya.



Obelisk Hatshepsut
Dengan ikut  dalam pertempuran dengan pasukannya, Hatshepsut menjadi pelopor untuk semua ratu algojo Afrika dari Candaces Ethiopia hingga Ratu Nzinga Angola. Meskipun tidak ada perang besar selama pemerintahannya, tapi ada pemberontakan. Salah satu penulis kuno menceritakan prestasi militer Hatshepsut selama pemberontakan Nubia di dinding di makam Senmet's: "Saya mengikuti 'Hidup Horus' (Hatshepsut) dari atas dan bawah Mesir - mungkin DIA hidup selamanya! Aku melihat DIA menjungkalkan pemanah
Nubia, dan ketika perwira mereka dibawa ke DIA sebagai tawanan hidup. Aku melihat ketika DIA meratakan Nubia, aku berada di dalam keagungannya ..." menandakan Hatshepsut dengan kata ganti maskulin sangat diminatinya dan juga metode yang digunakan untuk meninggikan posisinya sebagai "Horus yang Hidup".


Terlepas dari kenyataan bahwa ia sering berpakaian sebagai laki-laki, dia tidak pernah kehilangan kontak dengan sisi feminin. Ahli-ahli menulis bahwa dia "indah untuk dilihat, anggun dalam gerakan, dan wangi seperti bunga". Hatshepsut menulis dirinya sendiri: "aroma saya seperti napas ilahi; aroma saya mencapai sejauh daratan Punt; kulit saya adalah emas murni ... saya tidak sama di antara para dewa yang ada di dunia ini."



Pemerintahan Hatshepsut adalah salah satu masa yang paling makmur bagi rakyat Mesir yang penuh dengan pekerja, bangunan dan makanan. Kenangan Hatshepsut bertahan berabad-abad setelah pemerintahannya, dan kisahnya diturunkan dari generasi ke generasi, tentang keindahannya, keberaniannya, kecantikannya dan kecerdikannya hingga dia meraih status selevel dewa. Hatshepsut, pemimpin besar di era keemasan Afrika, dikenang sebagai "Wanita besar pertama dalam sejarah"