Menurut Anton Pambudi, baru-baru ini, sedikitnya ada 10 macam kandungan gas beracun yang keluar bersama letusan Anak Gunung Krakatau. Dia mengimbau para nelayan, warga, maupun turis agar tidak mendekati gunung yang berada di Selat Sunda itu pada radius dua hingga tiga kilometer.
Anton menambahkan, tingginya aktivitas Anak Gunung Krakatau, berdasarkan data aktivitas kegempaan yang tercatat alat seismograf, terjadi sebanyak 668 kali kegempaan. Di antaranya gempa vulkanik dangkal sebanyak 226 kali, gempa vulkanik dalam 50 kali, dan gempa tremor 100 kali. Bahkan, abu vulkanik yang keluar dari kawah gunung mencapai ketinggian 1.500 meter.
Kendati aktivitas Anak Gunung Krakatau meningkat, BMKG Maritim wilayah Panjang Lampung memastikan aktivitas pelayaran di perairan Selat Sunda masih aman. Naiknya gelombang laut bukan karena aktivitas vulkanologi gunung, tetapi akibat badai anggrek yang menjauhi wilayah Indonesia. liputan6.com
Gunung Krakatau, Kondisi Terbaru Gunung Krakatau, Status Terkini Gunung Krakatau Waspada, Letusan Gunung Anak Krakatau, Kondisi Anak Gunung Krakatau, Gempa Vulkanik Anak Krakatau, Abu Vulkanik Krakatau, Bahaya Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau Gas Beracun Berbahaya, Kapan Krakatau Akan Meletus, Tanda-tanda Gunung Krakatau Meletus, Gelombang Sunami, Jakarta Tenggelam, Kabar Terakhir Krakatau, Video Letusan Gunung Krakatau youtube, Foto Satelit NASA, Krakatoa, Status Siaga Awas, Gunung Rakata Meletus
No comments:
Post a Comment